Feed on
Posts
Comments

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia cetakan ketiga yang diterbitkan Balai Pustaka pada halaman 515 disebutkan bahwa

ka.ta.log n 1 caik kartu, daftar, atau buku yg memuat nama benda atau informasi tertentu yg ingin disampaikan, disusun secara berurutan, teratur, dan alfabetis: kartu– membantu memudahkan orang mencari buku di perpustakaan; 2 Man daftar barang yg dilengkapi dng nama, harga, mutu, dan cara pemesanannya;

Berkaitan dengan penerbitan buku, katalog yang dicetak dan dibagikan secara gratis –biasanya pembagian gratis ini dilakukan pada saat penerbit bersangkutan mengikuti pameran-pameran buku atau event lainnya– kepada (utamanya) target pembeli produk buku mereka. Dengan pemberian katalog tersebut diharapkan pengunjung mengetahui apa produk bukunya, bagaimana kaver buku-bukunya, berapa harga yang mesti dibayar untuk sebuah buku, apa saja informasi yang terkandung dalam buku seperti ISBN, jumlah halaman, cetakan ke berapa, dan sebagainya, dan yang lebih penting adalah informasi tentang profil perusahaan penerbitannya.

Selain pengunjung mendapatkan informasi, pembagian katalog juga merupakan salah satu bukti seberapa terkenal dan kuatnya sebuah perusahaan penerbitan tersebut. Walau dalam kasus tertentu hal ini tidak bisa digeneralisasi, namun bagaimana katalog itu dibuat oleh penerbitan merupakan pertanda seberapa seriusnya mereka menjalankan usaha penerbitan tersebut. Ada katalog yang dibuat seperti buku; halamannya berwarna semua, kavernya dof, dan dari jauh keliatan sama saja seperti majalah yang keren. Ada katalog yang hanya dibuat di kertas selembar dan hanya memakai warna yang duotone alias dua warna. Dari dua jenis katalog yang dibuat, tentu yang pertama akan mendapatkan perhatian lebih.

Dalam ilmu Writers Marketing, katalog sebenarnya merupakan rahasia penerbitan yang layaknya harta karun. Sebab, dalam katalog banyak informasi yang bisa didapatkan;

Pertama, Kontak Penerbit. Katalog harus memuat informasi alamat perusahaan penerbitan, nomor telepon yang bisa dihubungi, bahkan sampai alamat emailnya. Bagi penulis, dengan adanya informasi ini jelas memudahkan berhubungan dengan penerbit. Mengembangkan NETWORKING atau jaringan baik secara online maupun secara offline.

Kedua, Tema Buku. Membaca katalog berarti membaca tema buku apa saja yang diterbitkan oleh penerbit tersebut. Nah, informasi ini sangat berharga bagi penulis karena penulis akan tahu tema-tema seperti apa saja yang ‘mau’ diterbitkan oleh penerbit yang bersangkutan. Tentunya hal ini mengantisipasi kerugian sia-sia karena mengirim naskah dengan tema yang nggak sesuai. Misalnya penerbit yang hanya menerbitkan naskah-naskah nonfiksi, tapi dikirimi naskah fiksi. Jelas ini tidak nyambung.

Kedua, Yang Belum Diterbitkan. Katalog yang dikumpulkan (apalagi penulis yang rajin mengumpulkan katalog penerbitan dari tahun ke tahun) adalah dokumentasi buku-buku apa saja yang pernah diterbitkan oleh penerbit bersangkutan. Informasi ini jelas berharga karena penulis jadi tahu apakah naskah yang (akan) ditulisnya apakah penerbit tersebut pernah menerbitkan yang sejenis atau tidak. Sebab dalam dunia marketing penerbitan ‘untuk apa menerbitkan naskah yang sama?’ Nah, dengan demikian penulis bisa lebih sensitif untuk tidak asal saja mengirimkan naskahnya.

Itulah katalog. Jadi kalau jalan-jalan ke pameran buku jangan hanya nyari yang diskonnya aja, tapi kumpulan katalog yang selalu… GRATIS!

Note: Foto dari www.corbis.com

Minggu, 04 Mei 2008
Mereka rajin menulis di blog. Mereka saling berkomunikasi. Dan, mereka menyumbangkan buku.

Menulis dalam blog pribadi di internet sudah menjadi kebiasaan Arul Khan. Aktivitas di dunia maya itu banyak menyita hari-harinya. Tidak tanggung-tanggung, ia memiliki sedikitnya 25 blog di internet. ”Semua aktif,” kata alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu.

Tak sekadar menulis di blog pribadi, master ilmu komunikasi lulusan Universitas Moestopo (Beragama), Jakarta, ini pun selalu aktif menjalin komunikasi dengan sesama blogger. Komunikasi rutin itu ia lakukan melalui mailing list (milis) blogger/. Sekitar dua tahun lalu, blogger yang tergabung dalam milis itu bermufakat menyamakan langkah dalam wujud kepedulian dengan sesama. Mereka berniat mengumpulkan buku-buku dan bahan bacaan lainnya untuk disumbangkan kepada lembaga pendidikan atau masyarakat yang membutuhkan. Dari upaya itu, terkumpul sekitar 400 judul buku dan bacaan lainnya.

Buku terkumpul, permufakatan kembali dijalin. Mereka mencari lembaga pendidikan yang dianggap amat membutuhkan. Ada yang mengusulkan, bantuan diteruskan ke yayasan yang ada tempat-tempat kumuh. Usul itu diterima. Setelah melakukan pengamatan di lapangan, buku-buku dan bahan bacaan itu kemudian disalurkan ke sekolah yang berada di kampung kumuh dan taman bacaan di Bekasi dan Bandung.

Tapi, kegiatan itu berhenti begitu saja setelah penyaluran buku rampung. Aktivitas yang sama tak ada lagi, meski komunikasi dengan sesama blogger di milis terus berjalan. Tahun pun berganti. Dari komunikasi yang mereka jalin, ternyata banyak anggota milis yang mengaku memiliki banyak buku dan majalah. Arul tersentak. Ia teringat upaya yang pernah mereka lakukan tahun sebelumnya, mengumpulkan buku-buku dan bahan bacaan lainnya untuk diteruskan kepada sekolah atau lembaga masyarakat yang membutuhkan. ”Saya lalu berpikir, kenapa tidak dibuat gerakan saja?” katanya.

Tak ingin berlama-lama didera tanya seperti itu, pria yang mengaku sebagai pendiri Indonesian Muslim Blogger ini segera melontarkan gagasannya itu melalui milis. Dia mengemukakan keinginannya membuat Blogbrary –perpustakaan untuk anak Indonesia dari para blogger. Ini adalah kegiatan sosial para blogger: Blogger Social Responsibility (BSR)) untuk anak Indonesia.

Tak ia bayangkan, respons segera muncul di milis. ”Satu jam pertama, sudah ada yang respons,” ucapnya. Perespons pertama adalah Aulia Halimatussadiah, direktur toko buku online, Kutukutubuku.com. ”Ibaratnya gayung bersambut, itu sesuai dengan misi kami,” ucap Aulia, perempuan yang akrab disapa Ollie itu.

Ollie menyatakan tertarik dengan program ini karena sejalan dengan misi toko buku online yang dikelolanya. Selama itu ia merasa ingin berbagi buku-buku dan bahan bacaan lainnya, tapi belum menemukan jalan yang tepat. Karena itu, sesaat setelah membaca gagasan itu dari milis blogger, ia segera memberikan respons sebagai wujud dukungan.

Rupanya, langkah Ollie diikuti juga oleh para anggota milis. Dua hari setelah gagasan itu dilontarkan, delapan penerbit buku sudah menyatakan kesediaannya untuk ikut berpartisipasi. Menurut Arul, sampai hari kesepuluh, sudah terkumpul tak kurang dari 250 judul buku, sekitar 200 buku di Jakarta dan kurang lebih 50 judul buku lainnya di Bandung. Dari buku-buku yang terkumpul itu, diperkirakan ada 30 persen dari penerbit dan 70 persen dari para blogger.

Merasa memperoleh banyak dukungan, Sabtu (26/4) dilakukan peluncuran program Blogbrary di Asia Bistro, Grand ITC Permata Hijau, Jakarta. Peluncuran ditandai dengan pemberian sumbangan secara simbolis dari Kutukutubuku.com.

Proyek contoh
Setelah peluncuran program, Arul dan kawan-kawan sudah berencana menyalurkan bantuan buku-buku yang terkumpul untuk perpustakaan di sebuah sekolah di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan. ”Sekolah ini akan menjadi proyek percontohan,” jelas Arul.

Penentuan sekolah calon penerima, menurut Arul, berdasarkan informasi dari Septi, salah seorang anggota milis yang berdiam di sekitar sekolah tersebut. Itu pun setelah lebih dulu diperoleh profil dan foto-foto sekolah. Arul, memang tidak jalan sendirian. Saat ini, kata dia, sedikitnya sudah ada tujuh perwakilan para blogger yang menjadi sentra pengumpulan, tersebar di berbagai kota: Jakarta, Bandung, Banten, dan Yogyakarta.

Selain itu, masih ada sejumlah blogvolunter yang siap berpartisipasi, mendatangi para penyumbang bila tak sempat mengirim langsung ke sentra pengumpul. ”Teman-teman blogger banyak yang mahasiswa, yang bersedia mengambil,” kata Arul. burhanuddin bella

Sentra Pengumpulan Buku

Jakarta Pusat: Nanang (08128624488/71271367)
Jakarta Selatan: Septi/Ummi Safna (08561131243) Jl Swadaya I No 42, RT 13 RW 09, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jaksel

Bandung: Teny Indah Susanti (08170210787) Jl Kemala No 5 Taman Cipadung Indah, Soekarno-Hatta, Bandung 40614 atau Rina Mutaqinah (085221141700), Yayasan Baiturrahman Jalan Babakan Radio No 52 RT 01/07 Kec Rancaekek Wetan, Kabupaten Bandung 40394

Banten: Novia (0817804088), Kompleks Pondok Pucung Indah II Blok B5 No 10, Poncok Pucung, Tangerang Yogyakarta: A Rhama S (08562800950) Sekretariat myQuran Jogja, Jl Jembatan Merah, Prayan Wetan No 26 (Puri Gejayan Indah) Condongcatur, Depok Sleman, Yogyakarta 55283

Surabaya: Aridaistia (081331705940)
Kalimantan Barat: Rasiam 081345250999

Adalah hal yang lumrah apabila penulis (pemula) sering kebingungan soal ‘nasib’ naskah yang ditulisnya.  Dia sudah berusaha dengan segenap jiwa, tenaga, bahkan sampai ke finansial untuk menggarap sebuah naskah, tetapi hasil yang didapatkan sepertinya jauh dari harapan sebuah pengorbanan itu. Sebuah kalimat yang kerap dilontarkan adalah ‘kok, naskah saya ditolak lagi’.

Pada umumnya, walau ini tidak bisa digeneralisasikan, sebuah naskah jarang ditolak hanya karena alasan salah titik komanya, nggak betul menggunakan tdana kutip, atau ada kalimat atau kata yang salah ketik. Apalagi cuma karena judulnya yang kurang menarik. Atau yang lebih parahnya lagi nama penulisnya yang nggak marketable banget.

Obrolan kang arul dengan ali muakhir pagi ini menemukan sebuah muara bahwa penolakan naskah itu lebih kepada (1) tema yang diangkat, (2) bagaimana kepiawaiaj merealisasikan tema itu kedalam naskah yang ditulis, dan yang lebih penting lagi (3) apakah naskah yang diterbitkan ini akan laku di pasaran atau tidak.

Tiga kategori ini dalam writers marketing menempati posisi yang cukup penting. Seorang penulis (pemula) selayaknya menjadikan tiga kategori ini sebagai pertimbangan yang dipikirkan masak-masak sebelum menawarkan naskah ke penerbit; bahkan jauh sebelum naskah itu ditulis.

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana mengetahui bahwa ketiga kategori yang diinginkan oleh penerbit ini?

Dalam pembahasan soal writers marketing terdahulu (bisa dilihat di situs www.menulisyuk.com) bahwa tiga rumus yang harus dimiliki oleh penulis adalah SoPaN, yaitu Skill or Popular, and Networking. Dalam kasus ini kata Networking menjadi tema utama. Kita bisa mengetahui kategori ini apabila memiliki jaringan yang bagus dan baik dengan pihak penerbitan. Apalagi sudah nge-friend dengan orang-orang redaksinya, jadi kita bisa diskusi panjang tentang ‘apa yang dibutuhkan penerbit’, ‘tema apa yang sedang laris’, ‘berapa halaman yang diinginkan’, dan sampai ‘daftar isi apa yang dimaui’.

Lalu, bagaimana kalau kita sebagai penulis (pemula) belum mahir soal jarinngan ini?

Jawabannya mudah dan selama ini ada di depan mata; KATALOG buku.

Berapa banyak anak-anak Indonesia yang bisa mendapatkan bacaan bermutu? Bahkan berapa banyak anak-anak Indonesia yang memiliki kesempatan untuk bisa membaca bacaan yang mendidik, mengembangkan wawasa, dan menambah pengetahuan? Berapa banyak perpustakaan yang dibutuhkan anak-anak Indonesia.
 
Saatnya para blogger untuk menyatukan langkah dan memberikan kontribusi secara offline kepada anak-anak Indonesia. Mari kita bangun perpustakaan bagi anak-anak yang tinggal di daerah kumuh, yang tumbuh-kembang di lingkungan jauh dari bacaan bermanfaat, dan anak-anak Indonesia yang punya hak untuk mendapatkan bacaan yang bermutu.
Dukung BLOGBRARY2008; Perpustakaan untuk Anak Indonesia. Sebuah kegiatan sosial BSR atau Blogger Social Responsiblity yang berasal dari blogger Indonesia untuk anak-anak Indonesia.
 
Apa yang bisa Anda lakukan?
 
Pertama, kumpulkan buku-buku layak baca. Kirimkan ke alamat Sentra Pengumpulan Buku yang ada di setiap kota. Atau blogvolunter kami akan mendatangi tempat Anda.
 
Kedua, kirimkan donasi Anda ke alamat rekening kami yang nantinya akan dipergunakan sepenuhnya untuk mendukung kegiatan ini (untuk sementara) di tiga provinsi; Jakarta, Banten, dan Jawa Barat
 
Ketiga, sebarkan pengumuman ini. Ajak blogger untuk menyukseskan BLOGBRARY2008; Perpustakaan untuk Anak Indonesia
 
Untuk informasi silahkan menghubungi Kangarul ( 08128749407 or 0817804088 ) - Septi ( 08561131243 )
 
 
KAMI TUNGGU WUJUDK KEPEDULIAN BLOGGER UNTUK ANAK INDONESIA

Older Posts »